Tata Cara Mandi Wajib yang Sesuai Sunnah

cara mandi wajib

Bagi Anda yang belum mengetahui bagaimana cara mandi wajib yang sesuai dengan sunnah, silahkan simak pembahasan kali ini. Mandi wajib dilakukan ketika kemaluan mengeluarkan air mani yang disebabkan oleh beberapa alasan tertentu yang berhubungan dengan syahwat. Ketika sudah memastikan jika kemaluan mengeluarkan mani, maka barulah kita dikenakan wajib mandi.

Dalil Mandi Wajib

Ada beberapa dalil yang menjelaskan akan keharusan untuk melakukan mandi wajib setelah mengeluarkan mani. Adapun dalil tersebut diantaranya, firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa’: 43)

Selain dalil dari Al-Qur’an, juga ada dalil yang ada dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ

“Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani).” (HR. Muslim no. 343)

Mayoritas ulama, mengatakan jika mandi wajib dilakukan jika air mani yang dikeluarkan memancar dan sangat terasa nikmat ketika digunakan. Dengan kata lain, jika mani Anda yang keluar tanpa disertai syahwat namun keluar karena sakit atau kedinginan. Maka Anda tidak dikenakan kewajiban untuk mandi.

Namun, untuk permasalahan ini ulama syafi’iyah menganggap jika keluar mani baik disertai dengan rasa nikmat atau tidak, maka tetap wajib mandi. Namun, pendapat yang paling kuat adalah pendapat dari mayoritas ulama. Nah, setelah anda mengetahui dan memastikan anda harus mandi wajib, berikut tata cara mandi wajib yang dianjurkan dan sesuai sunnah.

Baca Juga:  Tata Cara Sholat Lengkap Dan Mudah Dipahami

Tata cara mandi wajib sesuai sunnah

Ayat yang menjelaskan kewajiban mandi wajib juga sudah menerangkan mengenai rukun iman.

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Dan jika kamu junub maka mandilah …” (QS. Al-Maidah: 6).

Dalam ayat tersebut, Allah secara khusus tidak menyebutkan satu anggota tubuh saja, melainkan memerintahkan untuk bersuci seluruh badan. Selain itu adapun hadits yang menjelaskan mengenai tata cara mandi wajib, diantaranya adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menceritakan tata cara mandi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ كُلِّهِ

“Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR. An Nasa-i, no. 247. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Jadi, jika ada yang menanyakan perihal cara mandi wajib yang ringkas dengan mengguyur air keseluruh badan, tanpa memulai dengan melakukan wudhu. Hal ini sudah memenuhi rukun dalam mandi wajib.

Selain, kedua dalil tata diatas. Adapun tata cara mandi wajib yang lengkap berdasarkan keterangan 2 hadits berikut ini.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari, no. 248 dan Muslim, no. 316)

Baca Juga:  Memahami Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap Dengan Doa Dan Pelaksanaannya

Dalil lainnya,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Maimunah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari, no. 265 dan Muslim, no. 317)

Dua cara mandi wajib yang sudah dijelaskan dalam dua hadits tersebut sah dilakukan. Anda bisa mandi dengan memulainya melalui wudhu secara sempurna. Setelah itu, baru menyiram air ke seluruh bagian tubuh, seperti yang disebutkan dalam riwayat ‘Aisyah.

Atau boleh juga dengan memulai mandi wajib dengan berkumur, memasukkan air ke hidung, mencuci wajah, mencuci kedua tangan, mencuci kepala, lalu menyiram air ke seluruh tubuh, setelah itu baru kemudian kaki di bagian terakhir.

Baca Juga:  Tata Cara Shalat Dhuha Sesuai Sunnah

Akhir Kata

Nah, itulah pembahasan mengenai tata cara mandi wajib yang sesuai sunnah. Mudah-mudahan dengan menggunakan cara yang sesuai sunnah ini bisa membuat kita selalu dalam keadaan suci setelah berada dalam keadaan berhadats besar.

Referensi tulisan: rumaysho.com