Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Berbagai Sumber Dengan Benar

Daftar Pustaka

Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Berbagai Sumber Dengan Benar. Daftar pustaka merupakan sekumpulan referensi yang dirujuk untuk sebuah karya, dari mulai buku, jurnal, film, dan lainnya. Hal ini berarti, daftar pustaka harus ada saat Anda mengutip suatu karya atau tulisan orang lain. Jika Anda mengutip suatu karya, maka Anda juga perlu menuliskan daftar yang memuat informasi tentang karya siapa yang sedang dirujuk.

Daftar pustaka sendiri biasanya memberikan informasi detail kepada para pembaca tentang sumber rujukan. Sehingga pembaca juga akan mendapatkan pemahaman mengenai sumber tersebut.

Apa Itu Daftar Pustaka?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi mengenai sumber rujukan yang digunakan di dalam sebuah penelitian ataupun karya lainnya. Adapun beberapa sebutan lain untuk daftar pustaka yaitu rujukan, pranala, referensi, dan sumber pustaka. Biasanya daftar pustaka selalu diletakkan di halaman paling terakhir pada sebuah karya tulis.

Adapun manfaat menuliskan daftar pustaka di sebuah karya ilmiah yaitu sebagai petunjuk bahwa data yang kita ambil adalah data yang kredibel, sebagai tanda terima kasih kepada penulis karya tersebut, dan untuk memenuhi estetika penulisan karya ilmiah. Lalu bagaimana cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar sesuai dengan sumbernya? Nah, pada kesempatan kali ini penulis akan memberikan beberapa cara dalam menulis daftar pustaka yang benar.

Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar

Terdapat beberapa poin yang perlu Anda perhatikan dalam menulis daftar pustaka, antara lain:

  1. Daftar pustaka harus ditulis berdasarkan urutan abjad
  2. Daftar pustaka yang mempunyai nama penulis yang sama harus diurutkan berdasarkan tanggal publikasi di awal

Beberapa poin yang perlu dituliskan dalam daftar pustaka yaitu nama penulis, tahun terbit, judul karya, tempat/kota terbit, kemudian nama penerbitan. Dibawah ini adalah beberapa cara menulis daftar pustaka sesuai dengan sumbernya. Mulai dari buku, jurnal, website, dan lainnya. Pastikan Anda menyimaknya hingga selesai ya.

Baca Juga:  Cara Membuat Daftar Isi di Word dan Google Docs

 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku

Berikut ini adalah cara menulis daftar pustaka yang bersumber dari buku:

Nama belakang, nama depan. (tahun). Judul Buku (cetak miring). Kota terbit: Nama penerbit buku.

Contohnya: Besari, Fiersa. (2016). Garis Waktu. Jakarta: Mediakita.

Jika dilihat dari contoh di atas, maka kita bisa simpulkan bahwa penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku memiliki komponen-komponen sebagai berikut:

1. Nama Penulis

Format penulisan nama penulis di daftar pustaka diawali dengan nama belakang dahulu, kemudian diikuti dengan tanda koma lalu nama depan. Apabila terdapat gelar pada nama penulis, maka gelar tersebut tidak perlu ditulis di dalam daftar pustaka.

Nah, bagaimana jika penulisnya lebih dari satu? Apabila di suatu karya terdapat 2 penulis di dalamnya, maka penulisannya berbeda dari cara sebelumnya. Hanya nama penulis pertama yang dibalik, sisanya tidak perlu dibalik. Kemudian tambahkan kata “dan” di antara penulis pertama dan kedua.

Misalnya: Fiersa Besari dan Boy Candra

Menjadi : Besari, Fiersa., dan Boy Candra.

Namun jika penulis buku tersebut memiliki lebih dari 3 penulis, maka Anda cukup menulis nama penulis yang pertama saja dan dibalik, kemudian tambahkan dkk (dan kawan-kawan).

Contohnya: Besari, Fiersa dkk.

2. Tahun Terbit

Setelah menulis nama penulis, langkah yang harus Anda lakukan adalah menuliskan tahun terbit, diikuti dengan tanda buka kurung serta tutup kurung.

Contohnya : Besari, Fiersa. (2016).

3. Judul Buku

Setelah nama penulis dan tahun terbit, sekarang saatnya menuliskan judul buku yang Anda gunakan sebagai sumber. Perlu Anda ingat bahwa penulisan judul harus menggunakan tulisan miring atau italic.

Contohnya: Besari, Fiersa. (2016). Garis Waktu.

4. Tempat/Kota Terbit

Tambahkan tempat atau kota buku diterbitkan dan diikuti dengan tanda titik dua.

Baca Juga:  Cara Membuat Makalah yang Tepat Berdasarkan Strukturnya

Contohnya: Besari, Fiersa. (2016). Garis Waktu. Jakarta:

5. Nama Penerbit

Langkah terakhir yang perlu Anda tambahkan di daftar pustaka adalah nama penerbit yang sudah menerbitkan buku yang Anda jadikan referensi.

Contohnya: Besari, Fiersa. (2016). Garis Waktu. Jakarta: Mediakita.

 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Sumber Jurnal, Artikel, Koran, serta Majalah

Untuk penulisan daftar pustaka yang bersumber dari jurnal, majalah, dan lainnya tidak berbeda jauh dengan cara menulis daftar pustaka dari buku.

Adapun format penulisan daftar pustaka dari artikel jurnal yaitu:

Nama belakang penulis diikuti inisial, baik itu satu penulis atau lebih. (tahun terbit). Judul artikel jurnal. Nama artikel jurnal ditulis miring, kemudian volume jurnal juga ditulis miring (nomor atau issue), halaman.

Contohnya: Assegaf, A. (2017). Teori Komunikasi Dasar: Definisi, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Manfaat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 13-17.

Apabila Anda menggunakan referensi jurnal yang memiliki lebih dari satu penulis, maka tetap tulis nama keduanya menggunakan nama belakang mereka dahulu, kemudian diikuti inisial.

Contohnya: Assegaf, A. & Basyaiban, H. (2017). Teori Komunikasi Dasar: Definisi, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Manfaat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 13-17.

Akan tetapi jika jurnal yang Anda gunakan memiliki lebih dari 3 penulis, maka cukup tulis nama belakang penulis pertama dan diikuti dengan “dkk”.

Contohnya: Assegaf dkk. (2017). Teori Komunikasi Dasar: Definisi, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Manfaat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 13-17.

Kemudian jika Anda mengutip artikel jurnal secara dari dari sebuah universitas, maka tambahkan tanggal akses beserta nama universitasnya.

Contoh: Assegaf, A. (2017). Teori Komunikasi Dasar: Definisi, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Manfaat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13-17. Diakses 24 Juli 2021, dari Universitas Indonesia E-Library.

Baca Juga:  3 Cara Membuat Magnet dengan Mudah dan Sederhana

Namun apabila Anda mengambil referensi dari artikel koran maupun tabloid. Maka penulisan daftar pustaka yang tepat adalah: nama belakang penulis beserta inisial, entah itu satu atau lebih penulis, (tahun publikasi) Judul ditulis italic, tempat publikasi: halaman.

Contoh menulis daftar pustaka dari koran:

Hakim, L. (2012, Agustus 5) Pemimpin Baru Zaman Teknologi, The Sun Times: 1-3.

Contoh menulis daftar pustaka dari majalah:

Hakim, L. (2012, Agustus 5) Pemimpin Baru Zaman Teknologi. The Sun Times, 1-3.

Apabila Anda mengutip dari koran ataupun majalah online, maka tambahkan “diakses dari” dan juga URL yang Anda akses.

Contohnya:

Sandy, A. (2009, January 22). Cheaper to Fly than hire a car in Brisbane. The Courier mail. Diakses dari http://www.news.com.au/couriermail/story/0,23739,24949645- 952,00.html

 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Disertasi, Skripsi, Tesis, dan Karya Ilmiah Lain

Dalam menulis daftar pustaka yang bersumber dari skripsi ataupun karya ilmiah lain memiliki format sebagai berikut: nama belakang penulis dan inisial penulis. (tahun pembuatan skripsi). Judul skripsi cetak miring. (Award, Institusi, Tahun). Kemudian sertakan “diakses dari” serta url yang Anda akses.

Contohnya:

Azizah, L. (2019). Stereotyping Of Physical Appearance Reflected on Palacio’s Wonder. (Skripsi Sarjana, Universitas Negeri Semarang, 2019) diakses dari www.rainbowjurnal.com

Itulah beberapa cara menulis daftar pustaka dari berbagai sumber dengan benar. Untuk Anda yang sedang menulis sebuah karya ilmiah tentu penting sekali untuk memahami cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar. Supaya karya ilmiah menjadi semakin kredibel dan profesional.