Tata Cara Shalat Dhuha Sesuai Sunnah

tata cara shalat dhuha

Shalat merupakan amalan terbaik dari berbagai amalan yang diperintahkan oleh Allah. shalat sendiri terdiri dari dua yakni shalat wajib dan shalat sunnah. Salah satu shalat sunnah yakni shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan pada saat waktu Dhuha. shalat Dhuha juga memiliki banyak sekali keutamaan dan akan mendapatkan berbagai ganjaran yang besar dari Allah ketika melaksakannya secara rutin.

Keutamaan yang bisa didapatkan di antaranya adalah mendapatkan jaminan rezeki dari Allah. Untuk itu, sangat dianjurkan rutin untuk melaksanakan shalat Dhuha. Adapun beberapa hal yang harus diketahui mengenai shalat Dhuha, baik itu waktu shalat Dhuha, jumlah rakaat shalat Dhuha, tata cara shalat Dhuha, dan doa setelah shalat Dhuha akan kami berikan informasinya dibawah ini sesuai sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Waktu shalat Dhuha

Mungkin sebagian besar orang masih bertanya-tanya mengenai kapan waktu shalat Dhuha? Kapan awal waktu dan akhir shalat Dhuha? Seperti yang diketahui bersama shalat Dhuha punya keutamaan yang sangat besar. Diantara keutamaan yang bisa diperoleh adalah urusan yang dipermudah sesuai dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

 

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Shalat Dhuha sendiri dimulai dari waktu setelah matahari meninggi hingga mendekati waktu zawal yakni waktu dimana matahari tergelincir ke sebelah barat. Setidaknya ada tiga pembagian waktu shalat Dhuha, yaitu:

1. Awal waktu

Waktu untuk shalat Dhuha awal waktu adalah setelah matahari terbit hingga meninggi setinggi tombak. Hal ini sesuai dengan dalil yang berasal dari hadits yang disampaikan ‘Amr bin ‘Abasah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

 

“Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim no. 832).

Baca Juga:  Tata Cara Sholat Lengkap Dan Mudah Dipahami

Berdasarkan hadits tersebut jika dipahami dengan baik, awal waktu shalat Dhuha sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Hal ini juga didukung dengan perkataan dari salah satu ulama besar yakni Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin yang berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.”

2. Akhir Waktu

Akhir waktu shalat Dhuha yakni waktu dekan dengan waktu zawal saat matahari mulai tergelincir ke arah barat. Hal ini juga sesuai dengan perkataan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat).”

3. Waktu Terbaik

Adapun waktu terbaik untuk melaksanakan shalat Dhuha yakni diakhir waktu, pada saat matahari mulai terasa panas. Hal ini sesuai dengan dalil berikut.

 

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

 

Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim no. 748). Artinya, ketika kondisi panas di akhir waktu.

Dalil tersebut juga sudah dijelaskan oleh Imam Nawawi yang mengatakan bahwa, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan ba

tata cara shalat dhuha
Foto: republika.co.id

hwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.”

 

Jumlah Rakaat shalat Dhuha

Untuk anjuran jumlah rakaat shalat Dhuha sendiri ada beberapa macam, diantaranya bisa dilakukan sebanyak 2, 4, 8, dan 12 rakaat. Penjelasan mengenai jumlah rakaat tersebut dibawah ini.

1. 2 Rakaat

Jumlah rakaat yang pertama adalah bisa dilakukan minimal sebanyak 2 rakaat. Hal ini sesuai dengan hadits berikut:

 

وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنِ النَّبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ : فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ ، وَأَمْرٌ بِالمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَيُجْزِىءُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Baca Juga:  Tata Cara Mandi Wajib yang Sesuai Sunnah

 

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada pagi hari, setiap ruas tulang salah seorang di antara kalian itu ada sedekahnya. Maka setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan laa ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan yang mencukupkan dari semua itu adalah dua rakaat shalat Dhuha.” (HR. Muslim)

2. 4 Rakaat

Berikutnya Shalat Dhuha juga bisa dilakukan dengan empat rakaat, caranya bisa dengan dua rakaat salam dan dua rakaat salam. Jumlah rakaat maksimal shalat Dhuha juga tidak ada batas maksimal, bisa dikerjakan lebih dari 4 rakaat, 8, atau 12 rakaat. Hal ini sesuai dengan hadits dibawah ini.

 

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعاً ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللهُ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

 

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan empat rakaat shalat Dhuha dan menambahkannya sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Muslim)

3. 8 Rakaat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 8 rakaat. Jumlah rakaat yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tidak menunjukkan batasan mengenai rakaat shalat Dhuha, karena pendapat yang paling kuat adalah shalat Dhuha tidak memiliki jumlah batasan rakaat. Adapun hadits mengenai jumlah rakaat ini sebagai berikut.

 

وَعَنْ أُمِّ هَانِىءٍ فَاخِتَةَ بِنْتِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : ذَهَبْتُ إِلَى رَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، عَامَ الفَتْحِ فَوَجَدْتُهُ يَغْتَسِلُ ، فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ ، صَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ، وَذَلِكَ ضُحىً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ . وَهَذَا مُخْتَصَرُ لَفْظِ إِحْدَى رِوَايَاتِ مُسْلِمٍ.

 

Ummu Hani’ Fakhitah binti Abu Thalib radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun Fathu Makkah, maka aku mendapati beliau sedang mandi. Ketika beliau selesai dari mandinya, beliau melakukan shalat delapan rakaat, dan itu pada waktu Dhuha.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari dan Muslim]

Baca Juga:  Memahami Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap Dengan Doa Dan Pelaksanaannya

Tata cara Shalat Dhuha

Cara melaksanakan shalat Dhuha sama halnya dengan tata cara shalat pada umumnya. Adapun untuk aturan rakaatnya dikerjakan dua rakaat-dua rakaat dimana diselingi salam setiap dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadits yang berasal dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

صلاةُ اللَّيلِ والنَّهارِ مَثنَى مَثنَى

 

“Shalat (sunnah) di malam dan siang hari, dua rakaat-dua rakaat” (HR. Abu Daud no. 1295, An Nasa-i no. 1665, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Selain itu, adapula penjelasan dari Syaiikh Abdul Aziz bin Baz yang mengatakan:

 

ويقرأ فيها ما تيسر سوراً أو آيات ليس فيها شيء مخصوص، يقرأ فيها ما تيسر من الآيات أو من السور. وأقلها ركعتان تسليمة واحدة، وإن صلى أربع أو ست أو ثمان أو أكثر يسلم من كل ثنتين فكله حسن

 

“Dalam shalat Dhuha (setelah Al Fatihah, pent.) silakan membaca surat atau ayat-ayat apa saja yang dimampui, tidak ada surat atau ayat khusus yang diutamakan. Silakan membaca ayat atau surat apa saja. Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat dengan satu salam. Jika ingin shalat empat rakaat atau enam atau delapan rakaat, atau bahkan lebih, dengan salam di setiap dua rakaat, maka ini semua baik” (Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/10014).

Doa Shalat Dhuha

Adapun bagi anda yang ingin berdoa setelah shalat Dhuha, berikut ini bacaan shahih setelah shalat Dhuha.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah selesai melakukan shalat Dhuha, beliau mengucapkan,

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

 

“ALLOHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUR ROHIIM (artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih.)

Akhir Kata

Demikianlah informasi mengenai tata cara shalat Dhuha sesuai anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita bisa istiqomah dalam melaksanakan shalat Dhuha begitupun dengan shalat sunnah lain dan utaman shalat wajib.

Referensi Tulisan:

1. Rumaysho.com

2. Muslim.or.id