Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan beserta Persyaratannya

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah salah satu lembaga penyelenggara jaminan sosial untuk setiap tenaga kerja dengan berdasar pada Undang-undang No. 24 Tahun 2011. Adapun jaminan yang disediakan dalam BPJS Ketenagakerjaan diantaranya adalah Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun (JP).

Di masa pandemi yang terjadi saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan kemudahan bagi setiap orang dalam hal administrasi dan mengakses layanan secara online sebagai salah satu cara untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Untuk menghadirkan layanan yang optimal di masa pandemi, BPJS Ketenagakerjaan melayani pencairan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) secara online. Belum lama ini BPJS Ketenagakerjaan juga sudah merilis layanan terbaru yakni Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) yang bertujuan untuk tetap menghadirkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mencegah penyebaran virus corona.

LAPAK ASIK adalah sebuah inovasi yang dihadirkan untuk mengecek dan mengklaim BPJS Ketenagakerjaan dengan cara online. Peserta tidak perlu lagi datang dan mengantri di kantor. Layanan LAPAK ASIK juga sudah menggunakan sistem berbasis elektronik. Peserta nantinya tinggal mengunggah dokumen melalui situs web dan mengikuti sesi wawancara online dengan petugas Customer Service Officer (CSO). Petugas ini biasanya akan melayani sekitar 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga masyarakat tidak perlu antri terlalu lama.

Bagi Anda yang ingin mengetahui cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online, berikut ini penjelasannya.

Persyaratan dokumen

Layanan LAPAK ASIK hanya bisa Anda gunakan untuk melakukan pencairan JHT untuk peserta yang sudah mencapai usia pensiun 56 tahun, mengundurkan diri, atau mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bagi peserta yang hendak mengajukan pencairan BPJS Ketenagakerjaan, berikut beberapa dokumen yang harus dilampirkan:

  • Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • E-KTP.
  • Buku Tabungan yang tertera nomor rekening dan masih aktif.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Foto diri terbaru (tampak depan).
  • Formulir Pengajuan JHT, dapat diunduh melalui lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Surat Keterangan sesuai dengan kondisi peserta.
  • Jika peserta mengundurkan diri atau terkena PHK menggunakan Surat Keterangan Berhenti Bekerja, Surat Pengalaman Kerja, Surat Perjanjian Kerja, atau Surat Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
  • Apabila pensiun menggunakan Surat Keterangan Pensiun.
  • NPWP (untuk klaim manfaat JHT dengan akumulasi saldo di atas Rp 50 juta)
Baca Juga:  Cara Mengecilkan Perut Dengan Cepat Tanpa Diet Dan Olahraga

Jika dokumen yang menjadi persyaratan tersebut sudah lengkap, peserta sudah bisa melanjutkan ke proses pencairan.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online

1. Melalui Situs BPJS Ketenagakerjaan

Bagi Anda yang ingin melakukan pencairan BPJS Ketenagakerjaan secara online melalui situs resmi dari BPJS Ketenagakerjaan, silahkan ikuti setiap langkah yang ada di bawah ini.

  • Setelah halaman yang dituju sudah terbuka, lanjutkan dengan mengisi semua detail yang dibutuhkan seperti mengisi data NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan.
  • Nantinya, sistem akan secara otomatis melakukan proses verifikasi data.
  • Setelah berhasil di verifikasi, peserta akan diarahkan untuk melengkapi data sesuai dengan instruksi yang ditampilkan di laman yang telah dibuka.
  • Silahkan unggah setiap dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
  • Jika peserta sudah berhasil melakukan proses pengisian data, akan ada notifikasi yang isinya berupa informasi mengenai jadwal dan kantor cabang.
  • Siapkan semua berkas asli dari dokumen persyaratan.
  • Peserta akan dihubungi lewat video call untuk proses wawancara sesuai dengan jadwal yang diperoleh dari notifikasi.
  • Berikutnya, jika semua proses sudah selesai, dana akan dicairkan ke rekening yang sudah dilampirkan.

2. Melalui aplikasi BPJSTKU

Selain melalui situs web di atas, peserta juga bisa melakukan pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan menggunakan aplikasi BPJSTKU. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan menggunakan aplikasi BPJSTKU bisa mengikuti langkah yang ada di bawah ini:

  • Unduh dan Instal terlebih dahulu aplikasi BPJSTKU melalui Google Play Store atau App Store sesuai dengan perangkat yang Anda gunakan.
  • Silahkan login menggunakan email dan kata sandi yang Anda miliki, jika belum terdaftar silahkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
  • Setelah berhasil login, pada bagian halaman utama, pilih menu Antrian Online.
  • Unduh Formulir PEngajuan JHT dan isi sesuai data yang Anda miliki.
  • Lakukan pengunggahan setiap dokumen persyaratan.
  • Selanjutnya petugas BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan proses verifikasi dokumen yang sudah diunggah.
  • Jika verifikasi dokumen berhasil, petugas akan menghubungi Anda untuk melakukan sesi wawancara online.
  • Nantinya setelah semua proses selesai, dana akan dicairkan ke rekening yang sudah dilampirkan
Baca Juga:  Ini Dia 5 Cara Menyembuhkan Asma Agar Tidak Kambuh Lagi

Jika proses pencairan saldo sudah berhasil dilakukan, peserta bisa mengajukan cek status klaim dengan cara berikut:

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

  • Lalu, masukan nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) pada kolom yang tersedia.
  • Berikutnya klik, Informasi Status Klaim.
  • Status akan ditampilkan

Anda akan melihat jumlah saldo akun BPJS Ketenagakerjaan yang dimiliki, sehingga bisa mengetahui berapa banyak dana yang bisa Anda cairkan.

3. Melalui kantor cabang BPJS

Jika peserta tidak bisa mengakses layanan online, peserta juga bisa melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan dengan cara mendatangi langsung kantor cabgang BPJS Ketenagakerjaan yang terdekat dengan lokasi Anda. Jika pencairan dilakukan melalui kantor cabang, caranya sebagai berikut.

  • Lakukan pemindaian QR Code yang sudah disediakan di kantor cabang.
  • Setelah itu, silahkan isi data awal yakni NIK, Nama Lengkap, dan Nomor Kepesertaan.
  • Sistem akan melakukan proses verifikasi data secara otomatis mengenai kelayakan klaim.
  • Jika verifikasi sudah selesai, peserta akan diarahkan untuk melengkapi data sesuai dengan instruksi yang ada di laman.
  • Lakukan pengunggahan dokumen persyaratan.
  • Peserta menunjukan notifikasi kepada petugas kantor cabang untuk mendapatkan nomor antrian.
  • Proses selanjutnya akan dilakukan di kantor tersebut hingga proses wawancara selesai.
  • Pencairan dana akan diarahkan ke rekening yang sudah dilampirkan.

Akhir Kata

Demikianlah informasi mengenai syarat dan cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Peserta mendapatkan kemudahan untuk melakukan pencairan dana secara online atau langsung mendatangi kantor cabang terdekat. Namun, di masa pandemi ini cara online adalah yang paling disarankan.