Cara Menanam Jahe Di Polybag Solusi Tepat Untuk Budidaya

cara menanam jahe di polybag

Cara menanam jahe di polybag dikenal sebagai salah satu cara budidaya yang dapat dilakukan dengan tepat dan mudah. Pasalnya untuk melakukan kegiatan tersebut, Anda tidak membutuhkan modal tinggi. Bahkan penggunaan polybag juga dinyatakan lebih praktis dan menghemat ruang yang dibutuhkan.

Mengenal tanaman jahe 

Jahe hadir sebagai tanaman rempah. Keberadaannya sendiri tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak saja. Tetapi juga banyak dijadikan sebagai bahan ramuan obat herbal dan lainnya.

Dengan beragam khasiat yang dimilikinya, jahe memiliki jumlah peminat yang cukup banyak. Hal ini bahkan tidak hanya berlaku bagi masyarakat Indonesia saja. Tetapi bagi masyarakat lain yang ada di berbagai belahan dunia lainnya.

Cara menanam jahe di polybag 

Karena banyak dibutuhkan jahe pun banyak dibudidayakan. Jika Anda tertarik untuk melakukannya. Cobalah untuk menggunakan media polybag dengan menggunakan cara menanam jahe di polybag berikut ini :

  • Persiapkan media tanam 

Hal pertama yang dapat Anda perhatikan dari proses menanam jahe adalah mempersiapkan media tanam. Ada banyak jenis media tanam yang dapat digunakan. Namun untuk jahe itu sendiri, media yang digunakan adalah tanah, pasir dan juga pupuk.

Dengan kehadiran tiga jenis media tersebut. Anda dapat menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1. Untuk penggunaan pupuk, ada baiknya jika Anda memilih jenis pupuk kandang atau pupuk organik. Karena dengan pupuk tersebut jahe pun dapat tumbuh dengan subur.

cara menanam jahe di polybag

  • Pilih bibit jahe

Bagian selanjutnya yang juga harus Anda perhatikan adalah pemilihan bibit. Ada beberapa ciri yang menunjukkan bahwa bibit jahe tersebut termasuk dalam produk unggulan. Hal tersebut ditandai dengan kondisi bibit berikut ini :

  • Memiliki warna cerah
  • Tidak memiliki luka
  • Sudah berumur tua
  • Tidak memiliki penyakit.
Baca Juga:  Bingung Cara Menanam Jahe Agar Hasil Melimpah? Simak Caranya Berikut Ini!

Untuk bagian selanjutnya dari proses pemilihan bibit adalah mencuci atau merendamnya dengan larutan fungisida. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah jahe tersebut berpenyakit atau tidak.

Selain itu, larutan tersebut juga dapat digunakan untuk membersihkan bibit dari bakteri jahat. Karena jika jahe mengandung bakteri jahat atau sumber penyakit, maka ia pun akan membusuk selama proses penanaman.

  • Proses menanam jahe 

Untuk proses menanam jahe umumnya dapat dilakukan setelah proses penyemaian selesai. Dalam satu buah polybag yang Anda gunakan, Anda dapat menyimpan sekitar 3 hingga 5 rimpang di bagian dalamnya.

Pastikan untuk menempatkan rimpang tersebut dengan posisi berdiri. Dalam hal ini usahakan agar tunas berada di bagian atas. Setelah itu tutupi bagian tunas tersebut dengan menggunakan tanah sedalam 3 hingga 5 cm.

Bibit jahe dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan air secukupnya. Karena itulah penempatannya pun dilakukan pada area yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Pasalnya jika terkena sinar matahari, tunas jahe pun akan berubah menjadi kuning.

  • Pemeliharaan jahe 

Dikenal sebagai salah satu jenis tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah yang cukup. Anda pun harus melakukan pemeliharaan secara rutin. Dalam hal ini, usahakan untuk menyiramnya pada sore hari disaat jahe tersebut berusia 0-3 bulan.

Selain itu, ketika jahe berada dalam usia 2 bulan. Anda juga dapat memberikannya pupuk kandang atau organik. Selain memberikan hasil yang lebih baik, pupuk ini juga aman untuk digunakan.

  • Masa panen jahe 

Untuk memasuki masa panen jahe. Anda membutuhkan waktu tanam selama 12 bulan. Sehingga jahe pun hadir dengan jumlah yang cukup berat dan banyak. Bahkan dalam satu polybag yang digunakan bisa menghasilan. 2 hingga 5 kg jahe.

Baca Juga:  Cara Menanam Terong Dengan Benar

Demikianlah kiranya penjelasan singkat mengenai cara menanam jahe di polybag yang dapat penulis jelaskan kali ini.