Cara Daftar Npwp Online Beserta Petunjuknya, Mudah Dan Anti Ribet

NPWP

Apa Anda pernah mendengar atau tahu istilah NPWP? Atau  barangkali sudah pernah mendaftar NPWP? Ya barangkali ini tidak asing bagi orang-orang yang sudah mempunyai pekerjaan atau mempunyai badan usaha. Sebelumnya, NPWP merupakan kepanjangan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. NPWP berisikan sejumlah rangkaian nomor seri yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak guna mengidentifikasi wajib pajak di Indonesia.

Sifat NPWP yang wajib dimiliki membuat penerima penghasilan kena pajak atau pemilik usaha harus mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP. Sebuah perusahaan dan tempat Anda bekerja akan mengarahkan untuk memiliki kartu NPWP yang berguna untuk mempermudah melakukan seluruh aktivitas perpajakan seperti hitung, setor, lapor, dan membayar pajak. Sangat disarankan untuk memiliki NPWP sejak dini karena hal tersebut memiliki konsekuensi akan dikenakan sanksi tarif pajak yang lebih tinggi dari tarif normal.

Anda bisa mendaftarkan diri sebagai pemilik NPWP secara langsung dengan datang ke kantor pajak atau dengan cara daftar NPWP online. Keterbatasan waktu dan kemudahan untuk dapat melakukan berbagai hal secara jarak jauh membuat kebanyakan orang akan memilih untuk melakukan sesuatu dengan risiko dan kerugiaan seminimal mungkin. Salah satunya mendaftar NPWP secara online. Datang langsung ke kantor atau mendaftar secara online tidak jauh berbeda, Anda harus tetap mempersiapkan berkas yang sama. Berikut penjelasan mengenai bagaimana cara mendaftar NPWP mudah tanpa ribet dan berkas apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mendaftar NPWP secara online.

 

Apa Yang Dimaksud Dengan NPWP?

Seperti yang dikutip dalam UU No. 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan Pasal 1 (6), Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP adalah “nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.”

Seperti yang terdapat pada KTP, NPWP juga memiliki nomor kode unik tetapi berjumlah lima belas digit. Dengan nomor ini, data yang dimiliki tidak akan tertukar dengan milik orang lain.

 

Jenis-Jenis NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak terdiri dari dua jenis, yakni NPWP Pribadi dan NPWP Bada. Adapun penjabarannya sebagai berikut.

1. NPWP Pribadi

NPWP Pribadi adalah NPWP yang dimiliki oleh setiap individu yang sudah memiliki penghasilan di Indonesia, yang termasuk dalam kategori NPWP pribadi adalah:

  • Memiliki Penghasilan dari usaha
  • Memiliki Penghasilan dari pekerjaan bebas
  • Memiliki penghasilan dari pekerjaan

2. NPWP Badan

NPWP Badan adalah NPWP yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan atau badan usaha yang mendapatkan penghasilan di Indonesia, yang termasuk dalam kategori NPWP Badan adalah:

  • Badan Usaha Pemerintah, seperti (BUMN dan BUMD)
  • Badan Usaha Swasta (PT, CV, Lembaga, Yayasan, Koperasi)

Baca Juga:  Kemudahan Bertransaksi dengan Adanya ATM (Automated Teller Machine) BNI
 

 

Manfaat NPWP

Dengan adanya NPWP, masyarakat akan dimudahkan ketika memiliki urusan yang mewajibkan syarat administrasi berupa pajak. Selain itu, NPWP juga memiliki beberapa manfaat yaitu:

  1. Sebagai Persyaratan Administrasi, memiliki NPWP adalah sebuah keuntungan karena dapat memudahkan untuk mengurus suatu persyaratan administrasi (di Bank) atau di tempat lainnya. Tak jarang beberapa instansi keuangan juga mengharuskan untuk melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak sebagai syarat sahnya dokumen pendukung yang sedang diurus. Sebut saja ketika Anda akan kredit di Bank, Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), rekening Bank, hingga pembuatan paspor.
  2. Membantu Mempermudah Urusan yang Berhubungan dengan Pajak, manfaat lain dari kepemilikan NPWP yakni membuat urusan dengan perpajakan semakin mudah, mengapa? Karena apabila Anda tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, Anda bisa saja tidak diperbolehkan membuat dokumen pendukung yang lain. Beberapa contoh dokumen yang mengharuskan memiliki NPWP untuk mengurusnya adalah pengajuan pengurangan pembayaran pajak, restitusi pajak, mengetahui besaran jumlah pajak yang harus dibayarkan, dan masih banyak lagi. NPWP juga dapat menghindarkan dari jeratan hukum, karena Wajib Pajak yang belum melaksanakan ketentuan yakni mempunyai NPWP.

 

Syarat Daftar NPWP

Syarat Daftar NPWP

Siapa saja yang sudah memenuhi kriteria yang sesuai dengan PERPU bidang perpajakan diwajibkan untuk segera membuat NPWP. Ketika mendaftarkan diri atau sesuatu alangkah baiknya mempersiapkan segala keperluan secara matang. Selain mendaftarkan NPWP perorangan, NPWP atau wajib pajak ternyata meminta persyaratan berbeda bagi beberapa status yang berbeda juga. Diantara dokumen persyaratan yang harus dipersiapkan untuk daftar NPWP online:

1. Wajib Pajak Pribadi

  • Yang tidak menjalankan usaha/pekerjaan bebas
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, atau fotokopi Paspor, fotokopi KITAS, dan fotokopi KITAP bagi warga negara asing (WNA)
  • Yang menjalankan usaha/pekerjaan bebas
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi WNI; fotokopi paspor, fotokopi KITAS/KITAP bagi WNA; fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan instansi yang berwenang, atau SK tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat minimal Kepala Desa, atau bukti pembayaran listrik
    • Fotokopi e-KTP bagi WNI dan surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Wajib Pajak orang pribadi yang di dalam suratnya tersebut harus menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
  • Wanita Kawin
    Wanita kawin dikenai pajak secara terpisah karena menghendaki perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, dan wanita kawin memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah, perjanjian ini dibuat secara tertulis, adapun syarat-syaratnya, yaitu:

      • Fotokopi NPWP milik suami
      • Fotokopi Kartu Keluarga, dan
      • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan untuk menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari suami.

2. Wajib Pajak Badan

  • Badan Yang Berorientasi Pada Profit (Profit Oriented)
    • Fotokopi akta pendirian/dokumen pendirian dan perubahan bagi Wajib Pajak badan di dalam negeri, atau SK penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap
    • Fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus, maupun fotokopi paspor dan SK tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah minimal Kepala Desa dalam hal penanggung jawab adalah WNA, dan
    • Fotokopi dokumen usaha dan atau kegiatan yang telah diterbitkan instansi yang berwenang, atau SK tempat kegiatan usaha dari Pejabat minimal Kepala Desa, atau lembar tagihan listrik dari perusahaan listrik
  • Badan Yang Tidak Berorientasi Pada Profit (Non Profit Oriented)
    • Fotokopi KTP salah satu pengurus badan/organisasi, surat keterangan domisili dari pengurus RT/RW
  • Badan Yang Termasuk Joint Operation
    – Fotokopi perjanjian kerja sama/akta pendirian sebagai bentuk kerja sama

    • Fotokopi NPWP setiap anggota yang diwajibkan untuk memiliki NPWP
    • Fotokopi NPWP salah satu pengurus, atau fotokopi paspor dan SK tempat tinggal dari Pejabat minimal kepala desa dalam hal penanggung jawab adalah WNA, dan
    • Fotokopi dokumen izin usaha dan atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang, atau SK tempat keiatan usaha dari Pejabat minimal Kepala Desa

3. Wajib Pajak Bendahara

  • Bendahara
    • Fotokopi surat penunjukan sebagai bendahara
    • Fotokopi KTP
  • Wajib Pajak dengan Status Cabang dan Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu
    • Fotokopi Kartu NPWP pusat/induk
    • SK sebagai cabang untuk Wajib Pajak Badan
    • Fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang, atau SK tempat kegiatan usaha/pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah minimal Kepala Desa bagi Wajib Pajak Badan, atau
    • Fotokopi izin kegiatan yang diterbitkan instanso yang berwenang atau SK tempat kegiatan usaha, atau pekerjaan bebas dari pejabat minimal Kepala Desa, atau lembar tahgihan listrik, atau surat yang ditandatangani di atas meterai dari Wajib Pajak orang pribadi yang di dalamnya menyatakan bahwa yang bersangkutan akan menjalankan usaha/pekerjaan bebas bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu.

Setelah mengetahui syarat-syaratnya, sebaiknya Anda segera membuat NPWP agar dapat merasakan manfaatnya.

Penting untuk diketahui berbagai dokumen yang tercantum diatas merupakan dokumen yang dipersiapkan ketika mendaftar secara online,oleh karena itu semua berkas harus dalam format Digital. Artinya semua dokumen sebaiknya di Scan atau difoto terlbih dahulu kemudian disimpan secara digital.

Baca Juga:  Cara Membuat Whatsapp Bisnis Dengan Sangat Mudah

 

Cara Daftar NPWP Online

Cara Buat Kartu NPWPSelanjutnya berikut cara daftar NPWP secara online yang sederhana, mudah, dan cepat. Sehingga memudahkan Anda untuk mempunyai NPWP.

Tanpa berpanjang lebar lagi berikut petunjuk membuat NPWP mudah dan Anti ribet :

  1. Membuat Akun di Ereg Pajak

Jika baru pertama kali dan belum pernah bersinggungan dengan pajak maka buatlah akun terlebih dahulu. Silakan untuk membuat akun terlebih dahulu dengan mengakses website Ereg pajak (https://ereg.pajak.go.id).

Informasi penting mengenai Ereg pajak, bagi Anda yang belum mengetahui ereg pajak, website ereg.pajak.go.id adalah website yang dibuat Ditjen Pajak untuk melayani pembuatan NPWP secara online.

Ketika membuat akun baru tampilan website Ereg akan seperti diatas. Pastikan isi kolom-kolom diatas dengan benar dan jangan sampai salah.  Silakan isi kolom-kolom seperti pada gambar di atas yakni alamat email aktif beserta captcha sesuai petunjuk.

Website Ereg akan mengirim aktivasi ke alamat email Anda. Setelah itu periksa email Anda dan klik tautan aktivasi yang dikirimkan. Kemudian ikuti langkah-langkah selanjutnya.

Pilih status  kategori sesuai kriteria, misalkan sekarang Anda memilih kategori wajib pajak “Pribadi” kemudian pilih status, bisa status Pusat atau status cabang. Pilih status“Pusat”, jika Anda laki-laki atau perempuan lajang. Sedangkan jika Anda perempuan yang sudah menikah dan ingin mencabangkan NPWP pada suami Anda, maka pilih cabang (yang sering disebut dengan NPWP Cabang).

Sebagai catatan NPWP untuk wajib pajak pribadi yang masih lajang atau wajib pajak badan yang hanya mempunyai satu unit bisnis tergolong sebagai NPWP Pusat.

  1. Siapkan dan Lengkapi Dokumen Penting

Dalam proses pembuatan akun Wajib Pajak, Anda harus menyiapkan dan melengkapi beberapa dokumen persyaratan seperti yang tertera pada penjelasan sebelumnya.  Catatan penting,  dalam proses mengisi  Anda harus menyesuaikan klasifikasi status Wajib pajak diri, jangan sampai salah ya. Selain itu apakah Anda sedang mempunyai usaha atau tidak.

Gunakan foto smartphone yang bagus. Pastikan semua dokumen yang Anda persiapkan terlihat jelas. Scan atau foto yang Anda ambil harus sejelas mungkin agar dapat terbaca oleh dirjen perpajakan.

  1. Mengirim Berkas Elektronik

Setelah selesai mengisi semua isian formulir, klik tombol “Token” (kode rahasia) yang ada pada dashboard untuk dikirim ke email. Selanjutnya cek email Anda untuk melihat token tersebut. Apabila dalam 1 menit token tidak juga terkirim dan diterima email Anda, kirim kembali token dengan klik tombol “Token” lagi.

Setelah “Token” terkirim dan Anda dapatkan dari email, kemudian copy-paste token dari email tersebut dan masuk kembali ke menu dashboard. Lalu, klik “Kirim” dan paste kode token tersebut di kolom “Token” kemudian klik “Kirim Permohonan”.

NPWP akan disetujui dalam beberapa waktu dan akan dikirimkan ke alamat  tempat tinggal Anda sebagai pendaftar. Ketika setelah periode tersebut Anda tidak kunjung mendapatkan NPWP kemungkinan dokumen-dokumen yang Anda kirim belum lengkap atau dianggap tidak sah oleh sistem Ereg.

Jika itu terjadi, Anda sebaiknya kembali mendaftar secara online mengikuti prosedur yang sudah disebutkan sebelumnya. Anda juga dapat menelpon ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mengetahui informasi lebih jelas dan lebih lanjut.

Tetapi jika proses permohonan Anda disetujui,NPWP akan dikirimkan melalui jasa pengiriman pos, jasa kurir, atau ekspedisi lain secara gratis. Oh iya, jangan lupa untuk menyimpan bukti pengirimannya ya !

Baca Juga:  Gampang Banget! Yuk, Cari Tahu Cara Tukar Uang 75rb beserta Syaratnya

Nah, Nggak ribet kan langkah-langkah daftar NPWP online diatas? Cukup mudah bukan? Begitu Anda telah terdaftar dan mendapat kartu identitas pemilik pajak, selanjutnya Anda dapat menggunakan aplikasi Online Pajak untuk melakukan transaksi hitung, setor,dan lapor pajak dalam satu aplikasi tertentu. Tentunya dengan yang mudah dengan cukup mendaftarkan sebagai pengguna dan memasukkan Nomor Pokok Wajib Pajak Anda.

Untuk informasi tambahan, karena sifat NPWP adalah wajib maka akan dikenakan denda bagi orang yang tidak memilikinya. Diantara denda bagi yang tidak memiliki pajak:

  1. Akan dipidana paling lama 6 (enam) tahun penjara, dan didenda paling banyak 4 (empat) kali lebih besar jumlah pajak terutang yang belum atau kurang bayar bagi wajib pajak yang dengan sengaja tidak mendaftar atau memiliki NPWP, atau menyalahgunakan sehingga merugikan negara.
  2. Dikenakan tarif 20% lebih besar dari tarif asli apabila Wajib pajak dengan penghasilan yang dikenai PPh Pasal 21 tidak memiliki Identitas Pajak. Misalnya:

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 Anda misalkan sebesar 15%, tanpa NPWP akan menjadi = 15% + (15% x 0.2) = 18%

Nah, tunggu apalagi? Sudah jelas dan mudah dipahami bukan petunjuk cara daftar NPWP Online diatas? Ayo segera daftar NPWP online sekarang juga sebelum dikenai denda! Selamat mencoba ya !